Percaya pada Pengobatan Modern dan Dokter, Dapat Membantu Pasien Mengatasi Kesulitan
+  -

kanker payudara, pengobatan kanker payudara, Metode Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, Brachytherapy, Terapi Natural, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Tidak Mengikuti Saran Dokter, Konsumsi Obat Tradisional China Terus Menerus, Hampir Membuat Kondisi Makin Memburuk

Raden Ajeng Estiawati adalah seorang pasien kanker payudara stadium IV asal Indonesia.

Pada bulan April 2016, Raden Ajeng Estiawati merasakan nyeri di punggungnya dan tidak pernah memperhatikannya karena Ia pikir itu hanya karena flu dan demam. Setelah beberapa hari, rasa nyerinya tidak membaik lalu Ia pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan ginekologi, Ia memeriksakan rahimnya dan hasilnya normal tapi Ia tidak dapat menemukan penyebab nyeri punggungnya.

Dokter ginekologi menyarankannya untuk melakukan pemeriksaan lanjut. Lalu seorang dokter spesialis kulit yang dulu pernah merawat kulitnya memeriksanya dan mencurigai adanya masalah di bagian tertentu dari tubuhnya. Dokter ini menyarankannya untuk periksa ke dokter onkologi serta memperkenalkannya kepada seorang dokter onkologi.

Setelah menunda beberapa kali, akhirnya Raden Ajeng Estiawati bertemu dengan dokter onkologi. Ia menjelaskan riwayat penyakitnya dan menyebutkan bahwa 10 tahun yang lalu payudara kanannya memiliki sebuah kista yang menurut dokter saat itu kistanya tidak bermasalah. Setelah dokter onkologi selesai mendengar penjelasannya, Ia mencurigai bahwa nyeri punggung tersebut disebabkan oleh kanker payudara. Karena alat pemeriksaan PET Scan di rumah sakit lokal sedang rusak, Raden Ajeng Estiawati tidak bisa memastikan kondisinya secepatnya sehingga dokter menyarankannya untuk melakukan pemeriksaan ke Singapura.

Sebelum melakukan pemeriksaan apa pun, Raden Ajeng Estiawati sama sekali tidak memperhatikan kondisinya dan sama sekali tidak ingin melakukan pemeriksaan ke Singapura. Di waktu selanjutnya Ia minum obat tradisional China, menjaga pola makan dan olahraga dengan harapan meningkatkan sistem imun untuk melawan kanker. Ibunda Raden Ajeng Estiawati adalah penderita kanker paru sehingga ia sedikit memahami pencegahan dan pengobatan kanker, ia berharap dapat melawan kanker setelah melakukan perawatan.

Namun, kondisinya semakin memburuk, payudara kanannya perlahan-lahan mulai membusuk dan lama kelamaan Ia pun menyadari bahwa kondisinya semakin parah. Di Indonesia Ia terdiagnosa kanker payudara stadium IIIB. Secara kebetulan, anaknya yang seorang mahasiswa, memberitahunya bahwa kantor perwakilan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou di Indonesia mengadakan seminar dan bisa pergi ke sana untuk berkonsultasi dengan dokter onkologi untuk saran pengobatannya. Lalu Ia mendaftar seminar dan berkonsultasi dengan Prof. Liu Lvguang. Prof. Liu mempersilahkan ke toilet untuk diperiksa benjolan payudaranya dan dari situ terlihat sudah buruk dan membusuk. Menurut dokter, kanker yang dideritanya sudah berkembang menjadi stadium IV. Prof. Liu menganalisa kondisinya, memperkenalkan Metode Minimal Invasif dan memberitahunya untuk segera ke Guangzhou untuk pengobatan. Sebelumnya, Raden Ajeng Estiawati mengira bahwa pembusukan pada payudaranya disebabkan oleh racun panas di dalam tubuh akibat konsumsi obat tradisional China dalam jangka panjang, sehingga Ia tidak mempedulikannya dan hampir saja membuat kondisinya makin memburuk.

Metode Minimal Invasif, Tanpa Operasi, Efektif Mengobati Kanker

“Prof. Liu menayangkan sebuah video saat seminar, memperkenalkan kondisi berbagai penderita kanker yang berobat di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou termasuk pengobatan kanker payudara. Prof. Liu menunjukkan bahwa prognosis dan pengobatan kanker payudara memiliki harapan. Beliau juga memperkenalkan berbagai macam Metode Minimal Invasif termasuk Intervensi, Cryosurgery dan Brachytherapy. Prof. Liu menjelaskan bahwa proses Intervensi dipandu dengan CT, obat langsung diinfuskan melalui pembuluh arteri melalui kateter khusus yang ditargetkan untuk “membunuh” sel tumor. Saya paham setelah mendengarnya dan sangat percaya diri. Prof. Liu merekomendasikan saya untuk menjalani Intervensi, tidak perlu operasi.”

“Saya datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou pada tanggal 28 Februari 2017. Saat baru tiba di rumah sakit, kanker sudah stadium lanjut dan sel kanker dari dada bagian kanan sudah bermetastase ke dada kiri, kelenjar getah bening di bawah ketiak dan paru-paru. Karena ada cairan di paru, saya mengalami kesulitan bernapas, luka nyeri, sangat menderita. Setelah pengobatan simptomatik dari dokter dengan menyedot cairan di paru, saya bisa bernapas dengan normal dan malam harinya saya bisa tidur dengan lebih nyenyak. Saat itu, seluruh payudara kanan saya membusuk, dr. Pan Xin dengan sabar membersihkan luka tersebut. Saya sangat berterimakasih kepadanya”, tutur Raden Ajeng Estiawati.

kanker payudara, pengobatan kanker payudara, Metode Minimal Invasif, Intervensi, Cryosurgery, Brachytherapy, Terapi Natural, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Setelah masuk rumah sakit, tim medis MDT membuat rancangan pengobatan Minimal Invasif yang sesuai dengan kondisinya yaitu Intervensi, Cryosursery, Brachytherapy dan Terapi Natural.

Saat awal menjalani Cryosurgery, saya dengan jelas merasakan hasilnya. Setelah menderita setahun di Indonesia, saya dapat merasakan rasa sakitnya berkurang dan tumor mengecil setelah pengobatan. Setelah menjalani Intervensi, Cryosurgery, Brachytherapy dan Terapi Natural, luka di payudara kanan sembuh, tumor di payudara kanan menghilang, tumor di payudara kiri mengecil secara signifikan, tumor di paru juga mati setelah menjalani pengobatan. Sekarang tubuh saya sudah pulih dengan baik,” kata Raden Ajeng Estiawati.

Harus Bekerja Sama dengan Dokter, Dengarkan Saran Dokter dan Lakukan Pengobatan dengan Serius

“Setelah menjalani pengobatan, tubuh dapat menjadi sedikit lemah. Ini hal yang tidak dapat dihindari karena fisik dan daya tahan setiap orang tidak sama. Tapi dokter di sini begitu mendengar bahwa pasien merasa tidak nyaman, mereka akan segera melakukan pengobatan simptomatik, sangat penuh perhatian dan profesional.”

“Dr. Zhang Weizhong dan dr. Pan Xin sangat ketat. Saya memperlakukan dokter seperti ibu saya sendiri dan menuruti perkataan mereka. Asalkan dokter yang mengatakannya, saya tidak akan melawan dan melakukan tawar-menawar. Contohnya pernah suatu saat dr. Pan meminta saya untuk kembali melakukan pemeriksaan ulang 10 hari lagi. Saya bertanya kepadanya apakah bisa ditunda, dr. Pan tidak menyetujuinya, saya tahu Ia sedang mempertimbangkan kondisi saya. Oleh karena itu saya sangat patuh dan selalu tepat waktu kembali berobat. Menurut saya, pasien membutuhkan dokter yang ketat seperti ini agar dapat pulih dengan cepat. Jika pasien ingin pulih kembali, harus bekerja sama dengan dokter untuk mendapatkan efek pengobatan yang baik dengan cepat. Sangat penting untuk saling bekerja sama.”

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59