Berdasarkan data GLOBOCAN 2022 dari International Agency for Research on Cancer (IARC), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat sekitar 66.271 kasus baru kanker payudara pada perempuan di Indonesia pada tahun tersebut. Kanker payudara menyumbang 30,1% dari seluruh kasus kanker baru pada perempuan, sehingga menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan di Indonesia.
Namun, kemajuan di bidang medis terus menghadirkan lebih banyak pilihan pengobatan dan harapan baru bagi pasien kanker payudara.
Di China, pengobatan kanker payudara (pengobatan kanker payudara) secara bertahap berkembang menuju diagnosis dan pengobatan yang lebih presisi serta terapi komprehensif yang beragam. Selain metode konvensional seperti operasi, radioterapi, dan kemoterapi, sesuai dengan kondisi masing-masing pasien, pengobatan dapat dikombinasikan dengan terapi target, terapi hormonal/endokrin, terapi intervensi, cryotherapy, radiofrequency ablation (RFA), implantasi partikel radioaktif, dan berbagai metode lainnya untuk mengeksplorasi rencana pengobatan yang dipersonalisasi sesuai kondisi pasien.







