Pengobatan Kanker Ovarium

Kanker ovarium menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita, tidak hanya memberikan penderitaan yang cukup besar kepada pasien, namun juga memberikan ancaman kepada hidup pasien. Ahli onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou secara khusus mengingatkan kaum wanita, bahwa setelah terdiagnosa kanker ovarium, sebaiknya segera menjalani pengobatan di rumah sakit. Apa saja metode pengobatan kanker ovarium?

 Kanker ovarium, pengobatan, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Terapi Bertarget Minimal Invasif

Metode Pengobatan Tradisional Kanker Ovarium

1. Operasi

Metode operasi menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk kanker ovarium. Operasi dibagi menjadi operasi secara menyeluruh dan operasi konservatif untuk mempertahankan fungsi reproduksi. Operasi radikal biasa dilakukan pada lampiran bilateral, rahim, omentum, usus buntu, diseksi kelenjar getah bening pada panggul dan retroperitoneal. Bagi pasien dengan penyebaran di berbagai bagian, biasanya akan dilakukan bedah Cytoreduction. Namun, metode operasi memiliki beberapa efek samping, setelah operasi sangat disarankan untuk menjalani terapi kombinasi.

2. Radioterapi

Sebagian besar tumor ganas tidak sensitif terhadap pengobatan radioterapi, hasil pengobatan radioterapi untuk kanker ovarium juga tidak terlalu efektif. Oleh karena itu, radioterapi tidak menjadi pilihan utama dalam pengobatan kanker ovarium. Bagi pasien yang dinyatakan tidak dapat menjalani operasi hingga bersih melalui prosedur laparotomi, maka pasien dapat menjalani sinar-X secara in vitro. Namun bagi pasien yang jumlah asitesnya tinggi, tidak cocok untuk menjalani metode radioterapi ini.

3. Kemoterapi

Sebagian besar kanker ovarium memiliki respon yang lebih baik terhadap kemoterapi, biasa dilakukan dalam pra operasi, intraoperatif dan pasca operasi. Kebanyakan, metode operasi tidak dapat membersihkan tumor dan penyebarannya hingga bersih, dan bagi pasien yang tidak bersedia menjalani operasi dapat mempertimbangkan kemoterapi. Namun karena seringnya mengkonsumsi obat dalam jangka panjang secara terus menerus, efek toksisitas terhadap tubuh cenderung lebih tinggi.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Memberikan Metode Pengobatan Terkini untuk Kanker Ovarium

1. Terapi Bertarget Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat

Kelebihan dari terapi intergratif bertarget minimal invasif adalah dengan memasukkan obat-obatan tradisional China untuk mengurangi efek samping dari kemoterapi, melindungi sel-sel normal dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Terapi bertarget minimal invasif membasmi serta membunuh sel-sel kanker secara cepat, tepat dan terarah. Dapat meminimalkan kerusakan yang diakibatkan pengobatan. Oleh karena itu, terapi intergratif bertarget minimal invasif diterima secara luas oleh para pasien kanker ovarium.

2. Imunoterapi

Tujuannya adalah untuk memasukkan sel-sel imun yang bersifat anti kanker ke dalam tubuh pasien kanker ovarium. Secara langsung dapat membunuh seluruh sel kanker atau merangsang respon kekebalan tubuh anti-tumor. Metode pengobatan ini berdasarkan sistem kekebalan tubuh pasien, dapat membedakan langsung sel-sel kanker dan mengendalikan imun. Melalui Imunoterapi, hasil pengobatan yang didapat akan lebih efektif. Metode pengobatan ini dapat membasmi sel-sel kanker, tidak memiliki efek samping, tidak merusak sel-sel yang normal. Metode pengobatan ini merupakan harapan bagi pasien stadium lanjut yang sudah tidak dapat mejalani operasi, kemoterapi ataupun radioterapi.

Keunggulan immunoterapi dalam pengobatan kanker ovarium

1. Membunuh sel kanker, tidak ada efek samping, tidak merusak sel normal tubuh manusia;

2. Secara efektif menekan sel tumor, mengontrol dan mengecilkan tumor, mencegah kambuh dan metastase;

3. Mengontrol lesi lokal, memperbaiki gejala klinis, meringankan penderitaan pasien, meningkatkan kualitas hidup;

4. Dikombinasi dengan operasi, radioterapi dan kemoterapi dapat meningkatkan hasil pengobatan mengurangi keracunan dan juga cocok bagi pasien kanker stadium lanjut yang kehilangan kesempatan untuk operasi, radioterapi dan kemoterapi.

Ahli onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, bahwa saat ini pilihan metode pengobatan kanker ovarium sangat banyak, selain metode tradisional seperti operasi, radioterapi dan kemoterapi, masih ada terapi intergratif (kombinasi) bertarget minimal invasif yang memberikan harapan baru bagi pasien kanker ovarium. Oleh karena itu, para pasien dan keluarga pasien kanker ovarium janganlah menyerah, harus secara aktif bersama-sama menjalani pengobatan ini.


Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59