Pada tahun 2017, Tina Husin dari Medan mulai menyadari perutnya perlahan membesar tanpa sebab yang jelas. Saat itu, ia sama sekali tidak menyangka bahwa perjuangannya melawan “liposarkoma” akan berlangsung selama delapan tahun penuh. Dari dua kali operasi besar hingga tumor yang terus kambuh, perjalanan mencari pengobatan yang dijalaninya penuh dengan kesulitan dan tantangan. Barulah pada tahun 2025, ketika ia datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, kisah tentang bagaimana ia memulai hidup baru berkat teknologi minimal invasif benar-benar dimulai.

Tina Husin
Delapan Tahun Penuh Rintangan: Dua Kali Operasi, namun Tumor Tetap Kambuh
Penyakit yang dialami Ny. Tina bermula dari perubahan tubuh yang tampak biasa saja. “Tidak terasa sakit, hanya perut saya terus membesar,” kenangnya. Pada tahun 2019, ia menjalani operasi pengangkatan tumor pertama di Malaysia. Setelah operasi, dokter menyarankan radioterapi, namun karena khawatir terhadap efek sampingnya, ia akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan pengobatan tersebut.
Namun, tumor itu tidak berhenti sampai di situ. Dalam waktu kurang dari empat tahun, tumor di rongga perutnya kembali tumbuh. “Pertumbuhan kedua kali itu seperti sedang hamil, beratnya mencapai 3,5kg,” ujarnya. Pada awal tahun 2024, ia terpaksa menjalani operasi lagi, dan kali ini ginjal kanannya juga harus diangkat. Yang lebih membuat putus asa, hanya dalam waktu setengah tahun, tumor kembali kambuh dengan diameter mencapai 5cm. “Sudah dioperasi tumbuh lagi, tumbuh lagi lalu dioperasi lagi.” Operasi dan kekambuhan yang berulang seolah tidak ada habisnya.

Hasil CT sebelum pengobatan: Setelah operasi liposarkoma retroperitoneal kanan dan pengangkatan ginjal kanan, pada area bekas ginjal kanan terlihat massa jaringan lunak berbentuk gumpalan (dengan ukuran sekitar 4,4×3,0×4,5cm), dengan nilai SUVmax sebesar 5,6
Harapan Baru: Dari Indonesia ke Guangzhou, Memilih Pendekatan Pengobatan Tanpa Operasi
Saat Ny. Tina hampir kehilangan harapan, ia mendengar dari sesama pasien di Medan bahwa ada pasien yang memperoleh hasil pengobatan yang baik melalui pengobatan minimal invasif di Modern Cancer Hospital Guangzhou. Melalui pusat konsultasi setempat, ia kemudian menghubungi Pusat Layanan Internasional Medan milik rumah sakit tersebut. “Dokter di sini mengatakan bahwa saya bisa menjalani Brachytherapy tanpa operasi besar dan tetap bisa sembuh.” Kalimat itu menjadi seperti secercah cahaya yang menerangi kehidupannya yang sempat dipenuhi keputusasaan.
Hal yang paling membuatnya terkesan adalah konsep pengobatan di rumah sakit itu yang tanpa operasi besar dan tidak merusak sel-sel sehat. “Saya menyukai metode pengobatan di sini karena tidak perlu operasi, dan terapinya dapat menargetkan tumor secara tepat tanpa merusak jaringan normal.” Pendekatan pengobatan yang berbeda inilah yang akhirnya membuatnya mantap terbang dari Medan, Indonesia menuju Guangzhou.
Layanan pasien internasional yang lengkap juga membuatnya merasa sangat tenang: “Mulai dari visa, penjemputan di bandara, hingga pengaturan rawat inap, semuanya telah ditangani oleh pihak rumah sakit, sehingga kami hampir tidak perlu repot.”

Tina Husin berfoto bersama putranya dan para tenaga medis
Proses Pengobatan: Kombinasi Beberapa Teknologi Minimal Invasif Berhasil Mengendalikan Tumor
Tim MDT di Guangzhou Modern Cancer Hospital mempelajari kondisi Ny. Hu dengan saksama. “Liposarkoma tidak terlalu sensitif terhadap kemoterapi konvensional. Operasi yang berulang justru dapat menambah luka dan risiko bagi pasien. Karena itu, kami menyusun rencana terapi terpadu untuknya yang berfokus pada brachytherapy, dikombinasikan dengan teknologi minimal invasif lain seperti cryosurgery,” ujar dr. Adnan.
Pengobatan dilakukan secara bertahap. Pertama, dilakukan brachytherapy, yaitu menanamkan partikel kecil yang mengandung sumber radiasi secara tepat ke dalam tumor. Tiga bulan kemudian, dilakukan terapi dengan obat target untuk membatasi perkembangan tumor sehingga kondisi pasien menjadi stabil. Setelah itu, dilakukan cryosurgery untuk menurunkan aktivitas tumor.
Hasil pemeriksaan terbaru membuat semua orang merasa lega: indikator aktivitas tumor turun dari 5,9 menjadi 3. “Sebagian besar sel tumor sudah mati, dan aktivitasnya jauh berkurang,” ujar dokter dengan gembira. Selama menjalani berbagai pengobatan minimal invasif seperti brachytherapy dan cryosurgery di Modern Cancer Hospital Guangzhou, Ny. Tina hampir tidak mengalami efek samping yang berarti. “Tidak ada keluhan khusus, hanya kadang perut terasa sedikit kembung. Sekarang di area tumor bahkan sudah tidak terasa apa-apa lagi.”

Hasil CT setelah pengobatan: Metabolisme tumor menurun secara signifikan, dengan nilai SUVmax menjadi 3,4
Rasa Syukur dan Kehidupan Baru: “Akhirnya Saya Bisa Menjalani Hidup dengan Baik”
Kini, wajah Ny. Tina dipenuhi senyum lega dan bahagia. “Saya sangat senang! Dokter-dokter di sini benar-benar hebat, teknologinya juga sangat maju!” Ia juga terus memuji lingkungan RS serta keramahan para tenaga medisnya. Bahkan sambil tersenyum ia berkata, “Saya sudah cukup terbiasa tinggal di sini.”
Mengenang kembali perjuangannya melawan kanker, ia sangat berterima kasih kepada tim medis dan keluarganya. “Terima kasih khusus kepada dokter-dokter di sini yang telah mengobati penyakit saya, dan terima kasih kepada Tuhan.” Kepada para pejuang kanker lainnya, ia juga ingin menyampaikan pesan: “Harus tetap percaya diri dan jangan menyerah! Makanlah dengan baik, tidurlah dengan cukup, jangan terus-menerus memikirkan penyakit. Setiap hari saya bernyanyi di rumah dan menikmati hidup dengan gembira. Lihat, sekarang saya baik-baik saja, bukan?”


27 Desember 2025, Tina Husin berpartisipasi dalam kegiatan Hari Thanksgiving di rumah sakit dan bernyanyi
Kisah Ny. Tina Husin bukanlah sebuah keajaiban, melainkan hasil dari kombinasi evaluasi yang tepat, teknologi minimal invasif, dan konsep manajemen jangka panjang. Modern Cancer Hospital Guangzhou akan terus mendampingi lebih banyak pasien dari Indonesia dan seluruh dunia menuju masa depan yang cerah, dengan teknologi yang lebih baik dan perawatan yang lebih hangat.