Semoga surat ini bagaikan hembusan angin pegunungan yang hangat, membawa harapan dan kekuatan, serta dengan lembut menyentuh hati kalian.
Sembilan tahun lalu, saya didiagnosis menderita kanker serviks stadium IV. Tumor telah menyebar ke hati, rektum, dan kandung kemih. Dulu saya pernah menjadi seorang pelari maraton yang berlomba di seluruh dunia, namun tiba-tiba saya bahkan merasa takut untuk berdiri. Namun hari ini, saya dapat membagikan kisah saya justru karena saya bertemu dengan Anda semua—“malaikat berwujud manusia” dari Modern Cancer Hospital Guangzhou, serta Terapi Minimal Invasif komprehensif dan perawatan holistik yang kalian hadirkan.

Tahun 2016
Intervensi Minimal Invasif: Menerangi Jalan Kelahiran Kembali Saya
Ketika saya berpindah-pindah mencari pengobatan dan diliputi keraguan karena khawatir metode pengobatan konvensional akan berdampak serius terhadap kualitas hidup, Metode Intervensi yang Anda perkenalkan telah menunjukkan arah bagi saya. Teknologi ini dilakukan dengan panduan pencitraan medis untuk melakukan tusukan secara presisi, menyuntikkan obat berkonsentrasi tinggi langsung ke dalam tumor, serta secara cerdas menyumbat arteri yang memasok darah ke tumor tersebut. Dengan keunggulan berupa minim luka dan pemulihan yang cepat, metode ini membuat saya melihat kemungkinan bahwa pengobatan dapat berjalan seiring dengan kualitas hidup yang baik.
Selama proses pengobatan, saya merasakan secara langsung kekuatan teknologi Minimal Invasif. Metode ini tidak memerlukan pembedahan terbuka, namun mampu menargetkan sel kanker secara presisi; bahkan selama menjalani pengobatan, saya masih dapat mendaki Gunung Baiyun. Dari setiap langkah yang penuh tantangan hingga kegembiraan saat mencapai puncak, tubuh dan kepercayaan diri saya dibangun kembali secara bersamaan.

Perbandingan hasil CT sebelum dan sesudah Intervensi
Meneruskan Lingkaran Kasih: Dari Menerima hingga Menyalurkan
Selama masa pengobatan, dorongan semangat dan pendampingan dari Kepala Perawat Yuan, serta kejutan yang dipersiapkan oleh para staf medis pada hari ulang tahun saya, membuat saya merasakan bahwa diri saya bukan sekadar seorang pasien, melainkan seorang manusia yang diterima dan dihormati secara utuh. Perhatian dan kepedulian ini, sama halnya dengan pengobatan Minimal Invasif yang presisi yang saya terima, menjadi kekuatan yang tak tergantikan dalam perjalanan saya melawan kanker.

7 Juni 2017, staf medis merayakan ultah saya
Pada Juni 2017, ketika hasil CT menunjukkan bahwa aktivitas sel kanker pada dasarnya telah “menghilang”, saya menyadari bahwa saya telah memperoleh kehidupan kedua. Berkat yang kalian sampaikan—“malaikat berwujud manusia”utusan Tuhan—melalui keahlian medis yang luar biasa ini, saya bertekad untuk terus meneruskannya kepada orang lain.
Saya kembali ke lintasan maraton dan menyelesaikan lari sejauh 42km di Gunung Himalaya; saya mempelajari seni memasak Ayurveda; saya menulis, terlibat dalam kegiatan amal, serta menjadi instruktur meditasi bersertifikat. Saya ingin membuktikan melalui setiap tindakan bahwa kanker bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan bisa menjadi “berkah tersembunyi”, yang memungkinkan kita untuk menemukan versi diri yang lebih hebat di dalam diri kita.



Setelah mengalahkan kanker, saya terus menantang hidup: memasak, mengikuti maraton, menyelam

Meneruskan berkat dan berkontribusi bagi masyarakat: beramal, menulis buku, serta berbagi pengalaman melawan kanker
Riak Berkah: Berbagi Kisah, Menyebarkan Harapan
Pada tahun 2023, saya secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan berbagi pengalaman melawan kanker yang diselenggarakan oleh Pusat Layanan Internasional Jakarta, serta kembali ke rumah sakit sebagai penyintas kanker untuk mengikuti acara “In Long Years of Fighting Cancer, Feeling Warm in Modern Cancer Hospital”. Hal yang paling membuat saya bangga adalah ketika saya mempersembahkan medali maraton 42km di Gunung Himalaya kepada Kepala Perawat Yuan yang senantiasa mendampingi saya. Rasa terima kasih ini tak terungkapkan dengan kata-kata.

Ucapan terima kasih kepada Modern Cancer Hospital Guangzhou serta penghormatan kepada staf medis

Berbagi pengalaman melawan kanker
Pada Juni 2025, saya merayakan ulang tahun di kaki Gunung Everest, sekaligus membagikan di media sosial foto perbandingan dari ulang tahun saya di rumah sakit pada tahun 2017. Hari ini, saya ingin mempersembahkan kehormatan berdiri di Base Camp Everest pada ketinggian 6.000 meter ini untuk Modern Cancer Hospital Guangzhou. Pada momen yang patut dikenang ini, saya dengan tulus mengucapkan selamat ulang tahun ke-20 kepada rumah sakit. Kalianlah yang menjadikan “jangan menyerah, harapan pada akhirnya akan kembali” bukan sekadar kata-kata penyemangat, melainkan kenyataan yang dialami oleh ribuan pasien.
Pada 8 November 2025, dalam forum Konferensi ASEAN, saya membawakan tema “Ripple of Blessings” dan menceritakan perjalanan dari keputusasaan menuju kelahiran kembali. Saya menyampaikan bahwa berkah bagaikan riak air, yang akan menyebar dari satu hati ke hati lainnya, tanpa henti. Apa yang diberikan Modern Cancer Hospital Guangzhou kepada saya bukan hanya pengobatan fisik melalui teknologi intervensi Minimal Invasif, melainkan juga penghormatan dan kepedulian yang memandang pasien sebagai manusia seutuhnya. Kasih dan harapan ini, melalui kisah yang saya bagikan, menyebar seperti riak air, menjangkau semakin banyak kehidupan yang membutuhkan pertolongan.
Bekas luka pada tubuh saya bukanlah tanda penderitaan, melainkan “cinta yang terlihat”, yang merekam bagaimana teknologi Minimal Invasif secara presisi menyingkirkan penyakit, serta bagaimana para staf medis dengan penuh kelembutan merajut kembali keberanian saya yang pernah hancur.


Kepada para pejuang kanker terkasih,
serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya memerangi kanker:
Percayalah, di dalam diri setiap kita bersemayam sosok diri yang lebih hebat. Ketika teknologi Minimal Invasif yang maju memberi kita waktu pengobatan yang sangat berharga, cinta dan keyakinan akan menuntun arah langkah kita. Kanker mungkin mengubah lintasan hidup kita, tetapi itu tidak mampu mendefinisikan siapa diri kita.
Dalam pertempuran kehidupan ini, rasa syukur saya yang mendalam bukan hanya tertuju pada kemajuan teknologi medis, melainkan juga kepada setiap pribadi yang telah berkontribusi dengan penuh ketulusan—para staf medis yang berjaga siang dan malam, para pejuang kanker yang tanpa pamrih berbagi pengalaman, para relawan yang dengan murah hati mengulurkan tangan, serta seluruh pihak yang dengan berbagai cara mendukung upaya memerangi kanker. Kalian semua bagaikan bintang paling terang di langit malam, menerangi jalan bagi mereka yang melangkah dalam kegelapan.
Semoga kisah saya dapat memberikan secercah kekuatan bagi kalian semua. Ingatlah, di balik gunung selalu terbentang pemandangan yang lebih indah menanti kita. Mari kita melangkah bersama, biarkan riak doa dan harapan terus menyebar, dan biarkan cahaya harapan menerangi setiap sudut yang membutuhkan kehangatan.

Menjadi bagian dari keluarga besar Klub Pejuang Kanker Jakarta