Pada 28 Oktober 2025, di lokasi acara reuni penyintas kanker di Modern Cancer Hospital Guangzhou, seorang pria lansia asal Indonesia yang tampak penuh semangat menarik perhatian banyak orang. Ia adalah Lukman Holy, 73 tahun, seorang pejuang yang telah bertahun-tahun melawan kanker nasofaring. Berdiri di aula rumah sakit yang sudah familiar baginya, matanya berkilau penuh kegembiraan. “Bisa kembali ke tempat yang membuat saya menemukan hidup baru ini, rasa syukur di hati saya sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya dengan penuh perasaan. “Dua tahun lalu, saya datang ke sini dengan tumor sebesar telur; hari ini, saya bisa berdiri di sini dengan tubuh yang sehat, itulah bukti terbaiknya.”

Acara reuni penyintas kanker
Serangan Penyakit|Perjalanan Mencari Pengobatan yang Dimulai dari Mimisan
Pada tahun 2022, Lukman Holy mulai menyadari dirinya sering mimisan, disertai sakit gusi dan ketidaknyamanan di tenggorokan. Setelah pemeriksaan awal di rumah sakit setempat di Indonesia, ia kemudian pergi ke Malaysia untuk mencari pengobatan lebih lanjut. Setelah serangkaian pemeriksaan, akhirnya ia didiagnosis menderita kanker nasofaring stadium IV, dengan ukuran tumor sekitar 6,1×4,0cm yang hampir menyumbat seluruh rongga nasofaring. “Dokter setempat menyarankan untuk segera menjalani kemoterapi sistemik,” kenangnya. “Saya menjalani kemoterapi pertama yang berlangsung selama 6 jam, namun setelahnya saya pingsan di tempat karena efek samping yang sangat parah. Keluarga saya panik, dan saya merasa harapan hidup saya perlahan memudar.” Pengalaman itulah yang membuatnya bertekad untuk mencari jalan pengobatan yang baru.
Perjalanan Pulang yang Hangat|Ikatan antara Dokter dan Pasien dalam Setiap Detail
Di lokasi acara reuni penyintas kanker, Lukman Holy melakukan percakapan mendalam dengan dokter penanggung jawabnya, sambil membagikan perkembangan hidupnya selama dua tahun terakhir. “Mulai dari layanan penerjemah profesional berbahasa Indonesia hingga perhatian hangat dari tenaga medis, setiap detail membuat pasien dari luar negeri seperti kami merasakan kehangatan seperti di rumah.” Ia menegaska,. “Fasilitas kamar rawat di RS lengkap, lingkungan bersih dan rapi, sehingga kami bisa menjaga sikap positif selama menjalani perawatan. Yang lebih menyentuh hati adalah, tenaga medis tidak hanya memperhatikan kondisi fisik kami, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental kami.”

Lukman Holy dan istrinya berfoto bersama tenaga medis sebagai kenang-kenangan
Mengenang kembali setiap detail selama masa perngobatan, Lukma Holy berkata: “Setiap sebelum dan sesudah pengobatan, dokter selalu dengan sabar menjelaskan proses pengobatan, dan para perawat senantiasa dengan teliti menanyakan kondisi serta perasaan saya. Layanan yang memadukan profesionalisme dan kehangatan ini membuat saya merasakan kepedulian layaknya dari keluarga sendiri di negeri asing.
Saksi Teknologi|Terapi Minimal Invasif Mengubah Paradigma Pengobatan Kanker
Saat membicarakan pengalamannya menjalani pengobatan di Modern Cancer Hospital Guangzhou, Lukman Holy memuji teknologi minimal invasif rumah sakit tanpa henti. “Sebelum datang ke Guangzhou, saya pernah menjalani kemoterapi konvensional di Malaysia. Pengalaman pingsan saat itu masih membuat saya trauma hingga sekarang. Namun, terapi intervensi di sini benar-benar berbeda, seluruh prosesnya hampir tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah tiga kali pengobatan, tumor yang besarnya seperti telur ayam itu pada dasarnya sudah menghilang.”

Sebelum pengobatan VS setelah pengobatan
Ia dengan serius berbagi pengalamannya: “Banyak pasien Indonesia memilih berobat ke Singapura atau Malaysia, tetapi pengalaman pribadi saya membuktikan bahwa terapi minimal invasif di sini tidak hanya memberikan hasil yang lebih baik, tetapi juga lebih hemat biaya. Terutama bagi pasien lanjut usia seperti saya, metode pengobatan yang membebaskan pasien dari penderitaan luar biasa ini benar-benar mewujudkan kondisi ideal ‘hidup berdampingan dengan tumor dan kanker.’”

Pejuang kanker nasofaring asal Indonesia: Lukman Holy
Menyebarkan Harapan|Menggunakan Pengalaman untuk Menerangi Jalan Orang Lain
Kini, setelah berhasil melawan kanker, Lukman Holy sering menggunakan pengalamannya sendiri untuk menyemangati pasien lain. “Setiap kali bertemu dengan sesama pasien yang sedang berjuang melawan kanker, saya selalu mengatakan kepada mereka: jangan mudah menyerah pada harapan. Perkembangan teknologi medis modern sangat pesat; yang terpenting adalah menemukan metode pengobatan yang paling sesuai untuk diri sendiri.”
Ia juga secara khusus menyebutkan: “Sebagai anggota Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, saya telah membantu banyak rekan pasien asal Indonesia datang ke Guangzhou untuk menjalani pengobatan. Melihat mereka juga memperoleh hasil pengobatan yang baik membuat saya merasa sangat lega.”

Ketua umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, dan para pimpinan organisasi kemasyarakatan datang mengunjungi Lukman Holy
Pada hari kedua kegiatan, Lukman Holy bersama para pejuang kanker lainnya berkeliling mengunjungi Huacheng Square. Sinar matahari musim gugur menyinari orang-orang yang telah mendapatkan kehidupan baru ini, terasa begitu hangat. “Berjalan bersama rekan-rekan pasien dari berbagai penjuru dunia, saling berbagi kebahagiaan karena terlahir kembali, perasaan ini sungguh tak ternilai. Kami saling menyemangati dan saling mendukung. Pada momen ini, kami semua adalah pejuang kehidupan.”

Para pejuang kanker berjalan-jalan bersama di Huacheng Square
Penghormatan terhadap Kehidupan|Perawatan Medis yang Menghormati dan Menjaga Martabat
Untuk mereka yang masih berjuang melawan kanker, Lukman Holy memberikan pesan tulus: “Jangan pernah kehilangan harapan. Teknologi medis modern terus berkembang setiap hari. Saya sangat bersyukur telah memilih Modern Cancer Hospital Guangzhou; terapi minimal invasif di sini memungkinkan saya mengalahkan kanker sekaligus mempertahankan kualitas hidup yang baik. Ini bukan sekadar pengobatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kehidupan.”

Selama acara, Lukman Holy menyampaikan doa dan harapan tulus kepada sesama pasien kanker
Dari ambang kematian hingga mendapatkan kehidupan baru, perjalanan Lukman Holy dalam melawan kanker menjadi bukti kemajuan teknologi medis modern sekaligus menggambarkan esensi mendalam dari kepedulian tenaga medis. Pada momen istimewa ulang tahun ke-20 Modern Cancer Hospital Guangzhou, kisahnya terus menginspirasi lebih banyak pasien internasional untuk memulai perjalanan penuh harapan.