Gejala kanker esofagus

Kanker esofagus, biasa disebut juga dengan kanker kerongkongan, merupakan salah satu tumor ganas pada sistem pencernaan. Kanker esofagus tebagi menjadi 4 jenis, antara lain squamous cell carcinoma (SCC), adenokarsinoma, kanker sel kecil dan sarcoma. Squamous cell carcinoma (SCC) merupakan jenis yang paling umum. Gejala awal yang paling umum muncul adalah adanya kelainan atau ganjalan pada saat menelan, dan hal ini sangat mudah diabaikan. Ahli dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan, kunci dari pengobatan kanker esofagus adalah pendeteksian, pendiagnosaan dan pengobatan sini. Apa saja gejala-gejala pada kanker esofagus?

Kanker esofagus, gejala, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pencegahan

Gejala 1 : Ada rasa mengganjal pada saat menelan

Gejala ini biasa muncul pada saat kita menelan makanan yang tergolong kering, seperti pancake, makanan kering dan ubi. Muncul pada saat kita memakan dalam porsi besar, bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, tetapi dapat timbul kembali sewaktu-waktu. Frekuensi terjadinya akan semakin meningkat, dan tahapannya juga akan semakin serius.

Gejala 2 : Ada yang berbeda pada kerongkongan

Seperti ada yang menyangkut pada bagian dinding kerongkongan saat kita menelan makanan seperti sayuran, biji-bijian dan cabai. Benda-benda ini seakan tidak dapat dimuntahkan tetapi juga tidak dapat ditelan. Gejala ini berhubungan dengan rangsangan tumor terhadap dinding kerongkongan. Tetapi dikarenakan gejalanya datang berselang, akibatnya akan sangat mudah diabaikan oleh penderita.

Gejala 3 : Makanan turun secara lambat dan terasa berhenti di tengah

Pada saat menelan, makanan terasa turun secara lambat. Terkadang terasa berhenti di suatu tempat. Ini biasanya disebabkan karena gangguan fungsi sistolik-diastolik akibat lesi pada dinding esofagus.

Gejala 4 : Kerongkongan terasa kering dan sempit atau sesak

Bagian kerongkongan atau leher terasa kering sesak, menelan makanan menjadi tidak lancar, terkadang disertai rasa sakit saat menelan, dan ini mungkin saja berhubungan dengan berkurangnya sekresi kelenjar dan penyusutan makanan akibat lesi dan peradangan pada kerongkongan.

Gejala 5 : Tulang dada terasa nyeri

Ketika pasien mengkonsumsi makanan bertekstur kasar, makanan panas atau merangsang (cabai, bawang putih, cuka dan lain-lain) biasa akan timbul rasa nyeri atau tidak nyaman pada tulang dada. Ini berhubungan dengan erosi pada mukosa esofagus dan ulkus. Kejadian fenomena ini tergolong singkat dan bersifat sementara. Ketika pasien melakukan diet yang tidak sesuai atau mengalami emosi, biasanya gejala ini bisa muncul sewaktu-waktu.

Ahli onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau kita semua, dikarenakan gejala awal kanker esofagus yang tersembunyi dan mudah diabaikan, banyak orang yang saat terdiagnosa, ternyata sudah memaasuki stadium lanjut. Dan dikarenakan efektifitas pengobatan pada stadium lanjut yang kurang baik, sehingga disarankan, jika anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Selain itu, melakukan pemeriksaan secara rutin juga merupakan kunci pencegahan ka.


Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59